LAPORAN
FLIP-FLOP, RUNNING LED, TRAFFIC LIGHT
FLIP-FLOP, RUNNING LED, TRAFFIC LIGHT
I. TUJUAN
1. Siswa dapat mengenal ISIS 7 Profesional
2. Siswa dapat menggunakan ISIS 7 Professional
3. Siswa dapat membuat rangkaian flip-flop menggunakan ISIS 7 Professional
4. Siswa dapat membuat rangkaian running led menggunakan ISIS 7 Professional
5. Siswa dapat membuat rangkaian traffic light menggunakan ISIS 7 Professional
2. Siswa dapat menggunakan ISIS 7 Professional
3. Siswa dapat membuat rangkaian flip-flop menggunakan ISIS 7 Professional
4. Siswa dapat membuat rangkaian running led menggunakan ISIS 7 Professional
5. Siswa dapat membuat rangkaian traffic light menggunakan ISIS 7 Professional
II. ALAT DAN BAHAN
a) Flip-flop
1. IC 555
2. Resistor 220, 100k, 10k
3. Kapasitor 4.7u
4. LED
b) Running led
1. IC 555
2. IC 4017
3. Kapasitor 1000uF
4. Resistor 100 ohm
5. Potensio
6. LED biru
c) Traffoc light
1. IC 555
2. IC 4017
3. Kapasitor 500uF
4. Dioda 1N4148
5. Resistor 100 ohm, 110 ohm
6. Potensio
7. LED merah, hijau, kuning
III. TEORI SINGKAT
1. IC 555 : Sebagai timer
2. Resistor : Sebagai penghambat pada rangkaian
3. Kapasitor : Sebagai penyetabil tegangan
4. Dioda : Sebagai penyearah tegangan
5. Potensio : Sebagai npengatur resistansi
6. LED : Sebagai output
7. IC 4017 : Sebagai pengatur LED agar dapat berkedip bergantian
IV. Hasil kerja
1. Rangkaian flip-flop dalam ISIS 7 Professional
apabila rangkaian diberi tegangan maka salah satu dari kondisi transistornya menjadi hidup. Keadaan ini pula memiliki ketergantungan kepada kapasitor yang memiliki ketinggian muatan yang lebih jika dibandingkan dengan komponen lainnya. Sebuah kapasitor yang ketinggian muatannya lebih akan menyebabkan lepasnya muatan listrik lebih dulu kemudian terjadi hubungan antara kaki transistor dengan kapasitor yang kondisinya sedang on.
2. Rangkaian Running LED dalam ISIS 7 Professional
LED akan terhubung ke pin Q0-Q9 pada IC 4017. Pin Q0-Q9 akan aktif secara bergantian (Dari Q0 sampai Q9 dan kembali lagi) jika pin 14 pada IC 4017 diberi clock atau gelombang kotak. Nah, disinilah fungsi IC 555 yaitu meng-generate gelombang kotak (clock) dengan variasi frekuensi yang dapat diatur oleh potensiometer. Semakin dibesarkan nilai potensiometer maka frekuensi semakin tinggi dan menyebabkan pergantian nyala dan mati dari LED semakin cepat juga. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil tahanan potensiometer maka pergantian nyala dan mati dari LED akan semakin lambat. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan simulasi rangkaian yang telah saya buat pada software Proteus berikut ini.
3. Rangkaian Traffic light dam ISIS 7 Professional
Dari gambar skema rangkaian tersebut dapat kita lihat bahwa terdapat dua IC utama, yakni IC timer 555 dan IC counter 4017. Selain itu rangkaian ini dapat berjalan dengan menggunakan tegangan DC 9 volt yang bisa anda ambil dari baterai kotak.Untuk mengatur lama waktu nyala dan mati lampu, anda bisa menggunakan potensio 6K yang juga bisa anda lihat pada skema rangkaian tersebut.
V. Keselamatan kerja
1. Lebih teliti dalam menggunakan ISIS 7 Professional.
2. Lebih teliti dalam memilih komponen dalam ISIS 7 Professional.
3. Agar lebih teliti saat membuat layout agar tiak terjadi konslet yang menyebabkan komponen rusak.
VI. Kesimpulan
Pada saat membuat rangkaian dalam ISIS 7 Professional harus teliti agar tidak terjadi konslet, kaki komponen tidak boleh terbalik dan memperhatikan komponen yang digunakan agar tidak tertukar dengan komponen yang lain.
Guru pembimbing, Klaten, 12 Agustus 2016
siswa
( F. Nanda ) ( Y. Prasetyo Adi. N ) ( Jovanka Mahadika )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar